Budi Arie Setiadi, mantan Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo), kini tengah menjadi sorotan publik setelah 11 pegawai Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) terlibat dalam jaringan judi online. Pegawai Komdigi tersebut diduga membekingi ribuan situs judi online agar tetap beroperasi tanpa terblokir. Kasus ini memunculkan desakan dari berbagai pihak agar polisi segera memeriksa Budi Arie Setiadi, mengingat peranannya sebagai mantan pejabat di Kementerian Kominfo.
Desakan Pemeriksaan Budi Arie Setiadi
Penyelidikan kasus judi online ini menimbulkan spekulasi bahwa Budi Arie Setiadi mungkin memiliki keterlibatan dalam skandal tersebut. Banyak pihak yang mendesak agar polisi segera memeriksa Budi Arie. Polisi pun diharapkan untuk mengungkap lebih jauh siapa yang bertanggung jawab dalam membekingi operasional situs-situs judi tersebut.
Polisi Mulai Lakukan Penyidikan
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Wira Satya Triputra, mengungkapkan bahwa pemanggilan terhadap Budi Arie Setiadi akan dilakukan setelah penyelidikan lebih lanjut. Wira menegaskan bahwa penyelidikan masih berjalan dan belum ada kesimpulan yang pasti mengenai keterlibatan mantan Menteri Kominfo itu.
“Pemanggilan Budi Arie Setiadi bergantung pada hasil penyelidikan yang sedang berlangsung. Kami tidak bisa berspekulasi lebih jauh terkait langkah selanjutnya,” tegas Wira.
Penetapan Tersangka dan Keterlibatan Pegawai Komdigi
Dalam kasus ini, total ada 15 orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka, dengan 11 di antaranya adalah pegawai Komdigi. Keterlibatan mereka terungkap setelah polisi menyelidiki situs judi online yang dikenal dengan nama SULTANMENANG. Polisi menemukan bahwa oknum pegawai Komdigi tersebut diduga membantu agar situs judi ini tidak bisa diblokir oleh pemerintah.
Peran Tersangka AK dalam Kasus Judi Online
Salah satu tersangka, yang dikenal dengan inisial AK, ternyata memiliki kewenangan dalam mengatur pemblokiran situs judi online. AK bertanggung jawab penuh dalam proses pemblokiran situs-situs judi yang beredar di Indonesia. Wira mengungkapkan bahwa AK memiliki peran kunci dalam kasus ini, karena dia adalah orang yang mengatur agar situs-situs tersebut tetap bisa beroperasi meskipun seharusnya diblokir.
Fakta Mengenai Tersangka AK
Ternyata, meskipun AK tidak lulus seleksi CPNS pada akhir tahun 2023, dia tetap dipekerjakan oleh Komdigi dan diberikan kewenangan untuk mengatur pemblokiran situs judi online. Polisi kini sedang menyelidiki lebih lanjut mengenai siapa yang merekrut AK dan memberikan kewenangan besar tersebut.
Rekam Jejak AK Sedang Didalami
Penyelidikan terhadap rekam jejak AK terus berjalan. Polisi belum mengungkapkan siapa yang mempekerjakan AK dan memberi dia tanggung jawab untuk mengatur pemblokiran situs judi. Proses penyelidikan ini diharapkan dapat memberikan jawaban lebih jelas dalam beberapa waktu ke depan.
Penyelidikan terhadap kasus judi online ini masih berlanjut, dan hasil penyelidikan lebih lanjut akan segera diumumkan oleh pihak kepolisian. Sebagai masyarakat, kita menunggu dengan penuh harap agar keadilan dapat ditegakkan dan pihak-pihak yang terlibat dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya.