Rencana Baru! Coding dan AI Akan Diajarkan di Kelas 4 SD ke Atas

Pemerintah Indonesia sedang merencanakan perubahan besar dalam kurikulum pendidikan untuk sekolah dasar (SD) dan menengah pertama (SMP). Rencana ini bertujuan memperkenalkan konsep deep learning supaya pembelajaran lebih mendalam dan membantu siswa menjadi lebih kreatif.

Kurikulum Baru dan Pengurangan Jam Mengajar

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, mengatakan bahwa kurikulum baru ini akan mengurangi jam mengajar guru, tapi tetap menjaga peran penting mereka dalam mendidik siswa. Abdul Mu’ti menjelaskan, “Ini mungkin nanti akan menjadi bagian arah baru pembelajaran yang konsekuensinya dengan deep learning. Sebagian mungkin ada pengurangan materi, tapi mata pelajaran tidak dikurangi. Kalau dikurangi, nanti ada yang kehilangan pekerjaan.” Artinya, walaupun jam pelajaran berkurang, mata pelajaran yang diajarkan tetap sama.

Mata Pelajaran Pilihan Baru

Salah satu hal yang menarik dari kurikulum baru ini adalah adanya mata pelajaran pilihan. Jadi, jam pelajaran yang berkurang bisa diganti dengan pelajaran yang dipilih siswa sendiri. Abdul Mu’ti menyebutkan bahwa siswa SD dan SMP mungkin akan punya pilihan mata pelajaran tambahan yang lebih beragam.

Coding dan AI Sebagai Pelajaran Pilihan

Dalam kurikulum baru ini, pelajaran coding dan kecerdasan buatan (AI) akan menjadi salah satu mata pelajaran pilihan. Pelajaran ini tidak akan diberikan untuk siswa kelas 1 SD. Menurut Abdul Mu’ti, coding dan AI akan mulai diajarkan kepada siswa kelas 4, 5, atau 6 SD, serta SMP. Abdul Mu’ti berkata, “Sudah ada yang kritik saya, wong baca belum bisa kok suruh coding. Coding dan AI ini kita mulai dari SD mungkin mulai kelas 4, 5, atau 6, dan SMP dan itu pilihan bukan wajib karena sekolah kita kemampuan berbeda-beda dan ini tidak sama sekali baru.”

Beberapa Sekolah Sudah Menerapkan Coding dan AI

Beberapa sekolah di Indonesia sudah mulai mengajarkan coding dan AI. Abdul Mu’ti menilai materi ini sangat penting di era digital seperti sekarang, karena membantu siswa mengembangkan kreativitas dan keterampilan berpikir kritis.

Dukungan dari Presiden Prabowo

Presiden Prabowo Subianto mendukung penuh upaya digitalisasi pendidikan ini. Dia menekankan pentingnya teknologi dalam proses belajar-mengajar. Abdul Mu’ti menambahkan, “Pak (Presiden) Prabowo juga menekankan pentingnya digitalisasi dalam pendidikan tapi tidak sekadar itu coding dan AI menjadi bagian penting yang memungkinkan mereka lebih kreatif dalam belajar.”

Dengan rencana perubahan kurikulum ini, pemerintah berharap bisa membuat sistem pendidikan yang lebih modern dan sesuai dengan perkembangan zaman. Tujuannya adalah meningkatkan kualitas belajar di sekolah dan memberi siswa kesempatan untuk mengeksplorasi minat mereka dalam teknologi sejak dini.

More From Author

Subsidi Listrik Rp1,2 Triliun/Bulan Salah Sasaran, Ini Kata Stranas PK

Kampanye Akbar di Pangkalan Bun Dihadiri Surya Paloh, NasDem Optimistis Pemenangan Willy-Habib

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *