Khabar – Presiden Joko Widodo (Jokowi) baru saja meresmikan Hotel Nusantara Swissotel dan melakukan peletakan batu pertama untuk Mall Duty Free Nusantara di Ibu Kota Negara (IKN) pada Jumat (13/9). Pembangunan hotel ini hanya memakan waktu sembilan bulan—sesuatu yang bahkan Jokowi awalnya tak percaya. “Saya nggak percaya, tapi saya telah melihat sekarang ini benar!” ujar Jokowi saat peresmian, kagum dengan kecepatan pembangunan proyek ini.
Kecepatan Pembangunan: Bukti Kapasitas Indonesia
Pada awalnya, Jokowi sempat ragu saat mendengar konsorsium yang dipimpin oleh Aguan menyatakan bahwa proyek ini akan selesai sebelum Agustus. Namun, dengan kerja keras dan komitmen, hotel bintang lima berkapasitas 191 kamar ini berhasil diselesaikan tepat waktu. Hal ini menjadi bukti bahwa Indonesia mampu membangun infrastruktur besar dalam waktu singkat.
Aguan bahkan menawarkan lebih banyak lagi, dengan keyakinan penuh bahwa timnya dapat menyelesaikan proyek besar lainnya di IKN dengan efisien. “Pak kalau yang lain tidak sanggup, berikan kepada saya, karena sudah terbukti 9 bulan bisa menyelesaikan hotel bintang 5, 191 kamar,” ungkap Jokowi menirukan tawaran Aguan.
Kecepatan dan efisiensi ini menjadi gambaran optimisme Jokowi terhadap kemampuan Indonesia. Di tengah skeptisisme global, Jokowi dengan tegas menyatakan bahwa Indonesia mampu menangani proyek-proyek besar seperti ini. “Ini bukan pekerjaan yang mudah, tapi Indonesia bisa mengerjakannya!” tegasnya.
Optimisme Menuju Masa Depan Indonesia
Keberhasilan ini membawa pesan positif bahwa Indonesia memiliki potensi untuk menjadi negara besar dengan infrastruktur yang kuat. Namun, yang lebih penting adalah bagaimana transisi pemerintahan ke depannya. Jokowi telah menggelar sidang kabinet paripurna terakhir di Istana Garuda IKN sebelum peresmian hotel dan groundbreaking mal. Dalam sidang ini, dia menekankan pentingnya transisi ke pemerintahan baru, khususnya kepada Prabowo sebagai presiden terpilih 2024-2029.
Jokowi menggarisbawahi bahwa transisi ini harus berjalan efektif, bahkan jika diperlukan regulasi baru untuk menjamin kelancaran prosesnya. Tidak hanya itu, dia juga mengingatkan para menteri untuk tidak membuat kebijakan yang dapat merugikan rakyat selama masa transisi.
Menuju Era Baru Infrastruktur di Indonesia
Kecepatan pembangunan Hotel Nusantara Swissotel dan optimisme Jokowi adalah cerminan nyata dari perubahan besar yang sedang terjadi di Indonesia. Ini menjadi tanda bahwa kita sudah berada pada titik di mana pembangunan infrastruktur bukan lagi mimpi yang sulit diwujudkan. Namun, tantangan terbesar bukan hanya membangun gedung, tetapi bagaimana menjaga konsistensi dan keberlanjutan dari proyek-proyek besar ini. Dengan transisi pemerintahan yang akan datang, ada harapan bahwa kita tidak hanya akan melanjutkan proyek-proyek besar, tetapi juga akan melakukan peningkatan dalam hal kesejahteraan rakyat.
Optimisme ini harus kita jaga, tetapi juga perlu disertai dengan pengawasan ketat. Jangan sampai proyek besar seperti ini hanya menjadi simbol tanpa memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Transisi pemerintahan adalah kunci; kebijakan yang diterapkan harus benar-benar berpihak pada rakyat dan menjaga stabilitas ekonomi. Apa yang kita lihat sekarang adalah peluang besar bagi Indonesia untuk bangkit, tetapi perlu ada keseimbangan antara pembangunan dan dampaknya pada masyarakat luas.