Insiden kebakaran di Gereja Maranatha Kota Palangka Raya membuka mata banyak pihak terkait pentingnya evaluasi fasilitas pemadam kebakaran di kota tersebut. Plh Sekretaris Daerah Kota Palangka Raya, Arbert Tombak, menyoroti perlunya penyesuaian fasilitas pemadam, terutama untuk menangani kebakaran di gedung-gedung bertingkat dan bangunan dengan struktur kompleks.
Arbert Tombak mengungkapkan bahwa kebakaran yang terjadi di bagian dalam Gereja Maranatha sangat sulit dipadamkan. Tantangan utama muncul karena akses yang terbatas, terutama di area antara plafon dan atap gereja. “Kejadian di Gereja Maranatha memang sudah terjadi lebih dulu di bagian dalam, sehingga sulit diakses. Namun, jika kebakaran terjadi di dapur atau teras, mungkin lebih mudah ditangani,” ujar Arbert.
Kesulitan Petugas Pemadam Kebakaran Menjangkau Api
Menurut Arbert, salah satu kesulitan utama dalam proses pemadaman di Gereja Maranatha adalah posisi api yang berada di ketinggian, yang membuat petugas pemadam kebakaran kesulitan untuk menjangkau dan memadamkan api dengan cepat. “Kami harus mengantisipasi kemungkinan-kemungkinan di masa depan dengan menyediakan alat yang mampu menjangkau ketinggian hingga 30 meter,” tambahnya.
Selain posisi api yang tinggi, bangunan dengan struktur rumit seperti gereja ini juga menjadi tantangan tersendiri bagi petugas pemadam. Keterbatasan akses ke area yang terbakar mengharuskan pemerintah kota untuk memikirkan ulang fasilitas dan peralatan yang tersedia saat ini.
Evaluasi Peralatan Pemadam untuk Gedung Bertingkat
Kejadian kebakaran ini membuka mata pemerintah bahwa peralatan yang ada sekarang perlu evaluasi, terutama dalam menangani kebakaran di gedung bertingkat atau bangunan yang memiliki struktur rumit. Saat ini, fasilitas pemadam di Kota Palangka Raya dianggap sudah cukup memadai. Namun, insiden ini menegaskan bahwa ada kebutuhan untuk pengembangan lebih lanjut.
“Meskipun fasilitas saat ini cukup, kejadian ini menjadi bahan evaluasi penting bagi kami untuk ke depannya,” jelas Arbert.
Rencana Penambahan Peralatan Pemadam Kebakaran Khusus
Dalam menanggapi insiden tersebut, pemerintah Kota Palangka Raya berencana untuk menambah peralatan pemadam kebakaran yang lebih spesifik dan sesuai dengan kebutuhan penanganan kebakaran di gedung-gedung tinggi. Alat-alat baru yang akan dihadirkan bertujuan untuk menjangkau area-area sulit di bangunan dengan ketinggian yang lebih dari 30 meter.
Selain penambahan peralatan, pemerintah juga akan mengalokasikan anggaran tambahan untuk membeli unit pemadam kebakaran baru yang lebih canggih dan efektif dalam menangani situasi darurat. “Kita akan menambah unit pemadam yang lebih canggih, khususnya untuk menangani kebakaran di gedung-gedung bertingkat,” pungkas Arbert.
Pentingnya Evaluasi dan Penambahan Fasilitas
Dengan adanya insiden ini, pemerintah Kota Palangka Raya belajar bahwa meskipun fasilitas pemadam yang ada dianggap cukup memadai, tetap diperlukan evaluasi berkala. Insiden kebakaran seperti di Gereja Maranatha menegaskan pentingnya memiliki peralatan yang lebih canggih untuk menghadapi tantangan kebakaran di gedung bertingkat dan bangunan dengan struktur kompleks. Rencana pemerintah untuk menambah peralatan dan unit pemadam kebakaran baru merupakan langkah yang tepat guna memastikan keselamatan masyarakat di masa depan.