Wagub Edy: Perdamaian Dunia Kunci Ekonomi Kembali Normal

KHABAR, PALANGKA RAYA – Wakil Gubernur Kalimantan Tengah H. Edy Pratowo menyampaikan rasa syukur atas pelaksanaan Idulfitri 1446 H yang berlangsung aman dan penuh sukacita di wilayah Kalteng.

Hal itu disampaikan Wagub Edy saat menggelar Open House di Rumah Jabatan Wakil Gubernur Kalteng, Kota Palangka Raya, Sabtu (21/3/2025).

Angka Kecelakaan Mudik Turun

Dalam keterangannya kepada awak media, Wagub Edy menyoroti keberhasilan arus mudik tahun ini.

Berdasarkan laporan Kapolda Kalteng, angka kecelakaan terpantau menurun dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Menurutnya, hal itu menjadi bukti nyata kehadiran negara dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

Harmoni Antarumat Beragama di Kalteng Terjaga

Wagub Edy juga menekankan pentingnya semangat keberagaman yang selalu digaungkan oleh Gubernur Kalteng H. Agustiar Sabran.

Ia mencontohkan bagaimana harmoni antarumat beragama di Kalteng sangat terjaga, seperti saat kunjungan jajaran Pemprov dan Polda ke tokoh-tokoh agama pada perayaan Nyepi lalu.

“Ini adalah manifestasi yang sangat baik untuk memperkokoh kebersamaan kita dalam membangun Kalteng yang makin Maju, Berkah, dan Sejahtera,” ujar Edy.

Idulfitri sebagai Momen Introspeksi

Di tengah situasi geopolitik dunia yang memanas akibat konflik antarnegara, Wagub Edy mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menjadikan momen lebaran sebagai ajang introspeksi.

Ia menekankan bahwa perdamaian dan persaudaraan adalah kunci utama stabilitas negara yang berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi.

“Pentingnya sebuah kebersamaan dan persaudaraan untuk menuju damai itu akan memberikan nilai manfaat yang baik. Mari kita jaga solidaritas dan stabilitas keamanan negara kita,” imbuhnya.

Warga Diajak Pegang Falsafah Huma Betang

Menanggapi maraknya isu peperangan di media sosial, Wagub Edy mengimbau masyarakat Kalteng untuk tetap tenang dan tidak terpancing memberikan komentar-komentar yang kontraproduktif.

Ia mengajak warga untuk kembali ke jati diri masyarakat Kalteng yang memegang teguh falsafah Huma Betang.

“Kita sebagai masyarakat Kalimantan Tengah yang menjunjung falsafah Huma Betang, lebih baik kita mendoakan agar konflik tersebut cepat selesai. Dengan perdamaian, ekonomi dunia akan kembali normal dan berkembang,” pungkasnya. (Bayu)

3.000 Mahasiswa Kalteng Dapat Bantuan Ramadan, Pedalaman Jadi Prioritas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *