KHABAR, PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) tengah memverifikasi ulang data calon penerima insentif bagi pelayan masyarakat dan tokoh agama dalam Program Kartu Huma Betang Sejahtera (KHBS).
Siapa Saja yang Akan Menerima Insentif?
Sasaran penerima insentif dalam program ini mencakup berbagai elemen masyarakat, antara lain:
- Ustadz dan ustazah
- Marbot masjid
- Pendeta dan pastor
- Guru sekolah minggu
- Mantir dan damang
- Ketua RT dan Ketua RW
- Babinsa dan Bhabinkamtibmas
Proses Verifikasi Sedang Berjalan
Plt. Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah, Leonard S. Ampung, menyampaikan bahwa data awal penerima saat ini masih dalam proses verifikasi ulang.
“Kita harapkan verifikasi ini selesai secepatnya. Melalui program ini, mereka akan menerima insentif berdasarkan jabatan atau peran mereka di masyarakat,” ujar Leonard usai menghadiri Rapat Koordinasi Program Kartu Huma Betang Sejahtera di Istana Isen Mulang, Kota Palangka Raya, Kamis (26/02/2026).
Berbeda dari Bansos, Ini Berbasis Jabatan
Leonard menegaskan bahwa insentif ini tidak menggunakan skema Bantuan Sosial (Bansos) yang mengacu pada Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
“Ini berbasis jabatan. Jadi seperti RT, RW, Babinsa, Bhabinkamtibmas, hingga pemuka agama, semuanya dapat. Namun, jika individu tersebut secara personal masuk dalam kategori masyarakat tidak mampu di DTSEN, mereka juga tetap berpeluang mendapatkan bantuan sosial tunai lainnya dari program KHBS,” jelasnya.
Besaran nilai insentif akan disesuaikan dengan kondisi keuangan daerah serta hasil koordinasi dengan pemerintah kabupaten dan kota.
Efisiensi Anggaran Jadi Landasan Kebijakan
Kebijakan ini lahir dari efisiensi anggaran di internal pemerintahan atas arahan Gubernur Kalteng.
Pemprov Kalteng memangkas belanja pegawai, biaya perjalanan dinas, konsumsi, hingga biaya rapat di hotel.
“Pak Gubernur lebih memilih mengalihkan anggaran tersebut menjadi belanja yang manfaatnya langsung dirasakan masyarakat. Kita kurangi rapat di hotel, kita manfaatkan fasilitas yang ada. Fokusnya adalah ketepatan sasaran,” tegas Leonard. (Bayu)







