BPS Kalteng Mulai Sensus Ekonomi 2026, 237.092 Usaha Siap Didata

KHABAR, Palangka Raya – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Tengah resmi memulai langkah awal Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) melalui apel siaga dan sosialisasi di Palangka Raya, Kamis (9/4/2026), sebagai upaya memetakan kekuatan ekonomi daerah di tengah perubahan global yang semakin cepat.

Perubahan Global Dorong Kebutuhan Data Akurat

Transformasi ekonomi yang dipicu digitalisasi dan perubahan pola konsumsi membuat kebutuhan data yang akurat menjadi semakin penting untuk mendukung perencanaan pembangunan.

Kepala BPS Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti, menegaskan bahwa potensi ekonomi daerah masih belum sepenuhnya tergambar secara detail dalam data yang tersedia saat ini.

“Sensus Ekonomi 2026 menjadi langkah penting untuk memotret struktur dan perkembangan ekonomi secara menyeluruh. Keberhasilannya sangat bergantung pada kolaborasi semua pihak agar menghasilkan data yang berkualitas,” ujarnya.

UMKM Jadi Tulang Punggung Ekonomi

Data Sensus Ekonomi 2016 mencatat terdapat 237.092 unit usaha di Kalimantan Tengah yang menjadi gambaran awal struktur ekonomi daerah.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 98,42 persen merupakan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang menjadi tulang punggung perekonomian.

Sektor usaha yang mendominasi meliputi:

  • Perdagangan
  • Akomodasi dan makan minum
  • Industri pengolahan

Angka ini menunjukkan bahwa peran pelaku usaha kecil sangat besar dalam menjaga perputaran ekonomi di daerah.

Ekonomi Digital dan Lingkungan Belum Terdata Optimal

Perkembangan ekonomi digital serta ekonomi berbasis lingkungan yang kini mulai tumbuh belum sepenuhnya tercatat secara komprehensif dalam data sebelumnya.

Hal ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi pelaksanaan SE2026 untuk menghadirkan gambaran ekonomi yang lebih lengkap dan relevan dengan kondisi terkini.

Sensus Kelima Menuju Indonesia Emas 2045

Statistisi Ahli Pertama BPS Kalimantan Tengah, Dwi Indri Arieska, menjelaskan bahwa SE2026 merupakan sensus kelima yang dilaksanakan setiap sepuluh tahun sekali.

Ia menegaskan bahwa sensus ini memiliki peran strategis dalam mendukung visi besar Indonesia Emas 2045 melalui penyediaan data yang akurat dan komprehensif.

Sensus ini tidak hanya mencatat jumlah usaha, tetapi juga menggali karakteristik usaha secara lebih mendalam, termasuk pemanfaatan teknologi dan perubahan pola bisnis.

Metode Pendataan Gabungan Daring dan Lapangan

Pendataan dalam SE2026 akan dilakukan melalui dua metode utama untuk menjangkau seluruh pelaku usaha.

Metode yang digunakan meliputi:

  • Pendataan daring atau Computer Assisted Web Interviewing (CAWI)
  • Wawancara langsung oleh petugas

Pendekatan ini diharapkan mampu menjangkau pelaku usaha dari berbagai skala, baik kecil maupun besar.

Integrasi Data dan Peran Masyarakat

BPS juga tengah mengintegrasikan berbagai sumber data dari kementerian, dinas, hingga organisasi perangkat daerah guna memastikan tidak ada potensi ekonomi yang terlewat.

Agnes mengingatkan pentingnya peran masyarakat dalam mendukung kelancaran proses sensus ini.

“Petugas dapat dikenali melalui rompi dan name tag. Kami mengimbau masyarakat dan pelaku usaha untuk menerima petugas serta memberikan jawaban secara jujur, karena data yang dikumpulkan akan kembali kepada masyarakat dalam bentuk kebijakan pemerintah,” jelasnya.

Harapan untuk Kebijakan yang Lebih Tepat Sasaran

Melalui pelaksanaan SE2026, potensi ekonomi Kalimantan Tengah yang selama ini belum tergali diharapkan dapat terungkap secara lebih jelas.

Data yang dihasilkan nantinya diharapkan mampu menjadi dasar bagi penyusunan kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran dan berdampak nyata bagi masyarakat.

BPS Kalteng Kerahkan 2.000 Petugas Untuk Sensus Ekonomi 2026

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *