Palangka Raya – Kilat Kasanang, Ketua DPD Fordayak Kota yang juga merupakan Gembala/Pendeta GBI HOPE Rayon 8 Palangka Raya, berharap pemerintah, Pemerintah Provinsi/ Kota Palangka Raya, dapat membantu masyarakat di daerah Jalan G. Obos Ujung dan Jalan Lintas Mahir Mahar dalam mengatasi banjir yang kerap terjadi di kawasan tersebut.

Menurut Kilat Kasanang, penyebab utama banjir di daerah tersebut adalah saluran air atau drainase yang tidak berfungsi dengan baik. “Saluran air di Jalan Lintas Mahir Mahar saat ini banyak ditumbuhi gulma/rumput dan dipenuhi sampah, sehingga terjadi pendangkalan/penyempitan pada penampang drainase sehingga tidak mampu menampung atau mengalirkan air dalam jumlah besar. Akibatnya, ada rumah warga yang terendam air, termasuk gereja kami, GBI HOPE Rayon 8 Palangka Raya,” ungkapnya.

Dengan curah hujan yang cukup tinggi di bulan Maret ini, Kilat Kasanang menekankan pentingnya langkah cepat dari pemerintah provinsi/kota untuk membersihkan dan menormalisasi kembali saluran air tersebut. “Kami sangat berharap pemerintah provinsi/kota bisa turun tangan dalam membersihkan kembali saluran air di Jalan Lintas Mahir Mahar ini, agar masyarakat tidak terus-menerus mengalami banjir setiap musim hujan tiba,” tambahnya.
Keluhan serupa juga datang dari seorang ibu warga Jalan G. Obos Induk Ujung, yang turut merasakan dampak dari buruknya kondisi saluran air tersebut. “Setiap kali hujan deras turun, halaman rumah saya selalu tergenang air karena saluran tidak berfungsi dengan baik. Ini sangat mengganggu aktivitas sehari-hari,” ujarnya.
Sebagai bentuk kepedulian dan upaya mengatasi masalah ini, Kilat Kasanang bersama warga gereja berinisiatif melakukan kerja bakti membersihkan saluran air yang berada di depan gereja. “Kami bersama jemaat berusaha semampu kami untuk membersihkan saluran air di depan gereja agar air bisa mengalir lebih lancar. Namun, upaya ini tentu belum cukup tanpa adanya tindakan dari pemerintah untuk membersihkan secara menyeluruh saluran air di wilayah ini,” katanya.
Banjir yang terjadi di daerah ini bukan hanya berdampak pada rumah warga, tetapi juga mengganggu aktivitas keagamaan dan sosial masyarakat. Oleh karena itu, masyarakat setempat sangat menantikan perhatian dan tindakan nyata dari pemerintah guna mengatasi permasalahan ini secara berkelanjutan.