Menurut Mahfud, Budi Arie, yang saat itu menjabat Menkominfo, merekrut sejumlah pegawai muda untuk menangani permasalahan situs judi online di Indonesia. (Foto: Tangkapan layar)

Mahfud MD Minta Polisi Periksa Budi Arie terkait Dugaan Keterlibatan Kasus Judi Online

Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam), Mahfud MD, baru-baru ini mendesak Kepolisian untuk memeriksa mantan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Budi Arie.

Desakan ini terkait dugaan keterlibatan anak buah Budi Arie dalam mengamankan situs judi online.

Kasus ini mencuat setelah beberapa mantan pegawai Kementerian Kominfo, kini bernama Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), ditangkap atas dugaan keterlibatan dalam pengamanan situs-situs judi online.

Menurut Mahfud, Budi Arie, yang saat itu menjabat Menkominfo, merekrut sejumlah pegawai muda untuk menangani permasalahan situs judi online di Indonesia.

Namun, ironisnya, mereka justru diduga bekerja sama dengan pihak bandar judi untuk melindungi situs-situs tersebut dari pemblokiran.

Dalam wawancara yang disiarkan melalui kanal YouTube Deddy Corbuzier, Mahfud MD mengungkapkan kekhawatirannya atas peran Budi Arie.

“Ya, makanya kita minta Budi Arie diperiksa juga, karena bagi saya aneh. Budi Arie yang mengangkat orang ini (pegawai Komdigi yang diduga terlibat judi online) punya satu posko sendiri yang terdiri dari anak-anak muda (untuk) menangani judi online,” tegas Mahfud.

Menurut Mahfud, para pegawai yang direkrut Budi Arie untuk memblokir situs judi online, ternyata justru terlibat dalam pengamanan situs-situs tersebut.

Mereka diduga memperoleh imbalan hingga miliaran rupiah dari para bandar judi online sebagai bayaran atas tindakan pengamanan tersebut.

Fakta ini menjadi alasan kuat Mahfud mendesak polisi untuk memeriksa Budi Arie guna memastikan keterlibatannya, baik secara langsung maupun tidak langsung.

Mahfud mengemukakan bahwa pemeriksaan ini bertujuan untuk menentukan apakah Budi Arie mengetahui tindakan bawahannya atau tidak.

Menurut Mahfud, ada dua kemungkinan: pertama, mungkin saja Budi Arie lalai dan tidak mengetahui tindakan bawahannya, atau kedua, ia mungkin sengaja membiarkan hal ini untuk tujuan tertentu.

Mahfud menyebutkan bahwa kemungkinan ketidaktahuan Budi Arie bisa terjadi, mengingat ketidakcakapannya di bidang teknologi, sehingga ia lebih banyak mempercayai laporan bawahannya.

Polda Metro Jaya telah menetapkan 16 pegawai Komdigi sebagai tersangka dalam kasus pengamanan situs judi online ini.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Ade Ary Syam Indradi, menjelaskan bahwa para tersangka diduga mengamankan hingga 1000 situs judi online agar tidak diblokir oleh pemerintah.

Dari aksi tersebut, para pegawai yang kini menjadi tersangka diduga mendapatkan bayaran miliaran rupiah dari bandar judi online sebagai imbalan atas layanan pengamanan mereka.

More From Author

Menurut Mahfud, Budi Arie, yang saat itu menjabat Menkominfo, merekrut sejumlah pegawai muda untuk menangani permasalahan situs judi online di Indonesia. (Foto: Tangkapan layar)

Linkin Park Bakal Manggung di Jakarta pada Februari 2025

Menurut Mahfud, Budi Arie, yang saat itu menjabat Menkominfo, merekrut sejumlah pegawai muda untuk menangani permasalahan situs judi online di Indonesia. (Foto: Tangkapan layar)

Sinergi Bea Cukai & Polri Gagalkan 283 Penyelundupan Senilai Rp49 Miliar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *