Veddriq Leonardo: Nyaris Berhenti, Kini Berdiri di Puncak Dunia dengan Medali Emas

Khabar.co.id – Veddriq Leonardo, atlet panjat tebing asal Pontianak, Kalimantan Barat, mencatat sejarah dengan mempersembahkan medali emas pertama untuk Indonesia di Olimpiade Paris 2024. Pada final di Le Bourget Climbing Venue, Kamis (8/8/2024), Veddriq mencatatkan waktu 4,75 detik, unggul tipis dari Wu Pong asal China yang mencatatkan waktu 4,77 detik.

Perjalanan Menuju Puncak

Sejak SMA, Veddriq sudah tertarik pada panjat tebing, meski sempat mendapat penolakan dari ibunya karena risiko cedera. Namun, ketekunannya berbuah hasil ketika ia mulai meraih gelar juara di tingkat sekolah. Meskipun berasal dari keluarga tanpa latar belakang panjat tebing, ibunya akhirnya merestui pilihannya.

Tantangan di Awal Karier

Awal karier Veddriq penuh tantangan, terutama karena minimnya fasilitas latihan di Kalimantan Barat. Ia bahkan harus memperbaiki dinding panjat sendiri dengan dana pribadi. Pada 2015, Veddriq hampir menyerah ketika gagal berangkat ke Kejuaraan Nasional Junior di Yogyakarta karena kurangnya dana, tetapi dukungan teman-temannya membuatnya kembali bersemangat.

Menjadi Bintang Nasional

Pada 2017, Veddriq meraih peringkat ketiga di Kejuaraan Nasional di Yogyakarta, menarik perhatian pelatih nasional yang kemudian mengajaknya bergabung untuk Asian Games 2018. Di sana, ia meraih medali perak pada nomor speed relay. Tahun 2021, Veddriq memecahkan rekor dunia dengan waktu 5,208 detik di Piala Dunia Panjat Tebing IFSC di Amerika Serikat, dan pada 2023, ia mengumpulkan dua medali emas di Piala Dunia IFSC.

Puncaknya, di Olimpiade Paris 2024, Veddriq berhasil membawa pulang emas pertama untuk Indonesia, menambah koleksi medali negara menjadi satu emas dan satu perunggu.

More From Author

Gempa Bumi Magnitudo 4,9 Guncang Bulungan, Kaltara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *