LSI Kalteng 2026 Sukses, Target Tahun Depan Lebih Besar

KHABAR, Palangka Raya – Liga Sentra Indonesia 2026 sukses diselenggarakan di Palangka Raya dan ditutup dengan acara ramah tamah pembubaran panitia bersama mitra di Restoran Kampung Lauk, Senin (20/4/2026), sekaligus menjadi momentum untuk mendorong perhatian lebih dari pemerintah terhadap kompetisi usia dini yang digagas secara independen.

Harapan Dukungan Setara untuk Kompetisi Independen

Usai pelaksanaan yang berjalan lancar, panitia menilai Liga Sentra memiliki tujuan yang sejalan dengan program pembinaan sepak bola nasional yang diusung PSSI.

Ketua Panitia, Denny Y. Tanggara, menegaskan pentingnya kesetaraan dukungan bagi kompetisi independen seperti Liga Sentra.

“Harapan kami, Liga seperti ini juga mendapatkan perhatian yang sama seperti kompetisi yang dibawa langsung oleh PSSI, seperti Suratin dan lainnya. Karena tujuan kami sama, yaitu pembinaan anak-anak,” ujarnya.

Buka Peluang Kolaborasi dengan Pemerintah

Panitia juga membuka peluang kerja sama dengan pemerintah daerah dalam mendukung keberlanjutan kompetisi.

Dukungan yang diharapkan mencakup fasilitasi sarana dan prasarana, kemudahan perizinan, serta sinergi dalam pengembangan ekosistem sepak bola usia dini.

Fokus Pembinaan Usia Dini

Liga Sentra menjadi wadah pembinaan pemain usia dini dengan rentang usia 10 hingga 15 tahun.

Sistem kompetisi berjenjang dinilai mampu meningkatkan pengalaman bertanding sekaligus kualitas permainan peserta.

“Dengan adanya kompetisi ini, anak-anak mendapatkan jam terbang sejak usia dini. Ketika mereka naik ke jenjang berikutnya, kemampuan mereka juga semakin berkembang,” jelas Denny.

Pererat Hubungan Antar SSB

Selain pembinaan, Liga Sentra juga mempererat hubungan antar Sekolah Sepak Bola (SSB).

Melalui kompetisi ini, setiap SSB dapat saling berbagi pengalaman dan mengukur kualitas pembinaan yang telah dilakukan.

Panitia menargetkan ke depan seluruh SSB memiliki standar pembinaan yang merata hingga mampu bersaing di tingkat nasional dan internasional.

Target Penyelenggaraan Lebih Besar

Liga Sentra direncanakan akan terus digelar setiap tahun dengan peningkatan kualitas dan jumlah peserta.

Saat ini, kompetisi telah memasuki musim kedua untuk periode 2026.

“Kami menargetkan tahun depan lebih besar lagi, dengan lebih banyak tim yang berpartisipasi,” tegas Denny.

Panitia juga berkomitmen melakukan evaluasi dari pelaksanaan sebelumnya guna meningkatkan kualitas kegiatan.

“Kami optimistis ke depan bisa lebih baik. Dengan pengalaman yang ada, kami akan berupaya memberikan yang terbaik jika kembali dipercaya menjadi panitia,” tambahnya.

Butuh Sinergi Berbagai Pihak

Panitia menegaskan pentingnya kolaborasi dengan berbagai pihak untuk menjaga keberlangsungan pembinaan sepak bola usia dini.

Dukungan diharapkan datang dari pemerintah daerah, Dinas Pemuda dan Olahraga, Asosiasi Provinsi, hingga KONI.

“Kami tidak bisa berjalan sendiri. Kolaborasi dan sinergi sangat dibutuhkan agar ke depan kita bisa mewakili daerah hingga ke tingkat nasional,” tutupnya.

Peningkatan Kategori Usia

Sekretaris Event, Nada, menyebut penyelenggaraan tahun ini mengalami peningkatan signifikan dibandingkan 2025.

Jika sebelumnya hanya tiga kategori usia, kini Liga Sentra menghadirkan lima kategori.

Berikut kategori usia yang dipertandingkan:

  • U-10
  • U-11
  • U-12
  • U-13
  • U-15

“Tahun ini ada lima kategori usia, yaitu U-10, U-11, U-12, U-13, dan U-15. Penambahan kategori ini dilakukan karena tingginya minat dari kabupaten di luar Palangka Raya,” ujarnya.

Ia berharap para juara regional mampu mewakili Kalimantan Tengah ke tingkat nasional.

“Harapannya, juara regional bisa mewakili Kalimantan Tengah ke tingkat nasional, dan semakin banyak talenta baru yang muncul,” pungkasnya.

Dorong Lahirnya Talenta Sepak Bola Daerah

Secara keseluruhan, Liga Sentra diharapkan tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga wadah pembinaan berkelanjutan bagi pemain muda.

Kompetisi ini diharapkan mampu melahirkan talenta sepak bola daerah yang berdaya saing nasional melalui dukungan pemerintah, kolaborasi antar pemangku kepentingan, serta peningkatan kualitas penyelenggaraan dari tahun ke tahun. (jen)

40 Persen Penerima Tak Layak, Program Huma Betang Dievaluasi

Operasi Pasar Digeber, Kalteng Siap Kendalikan Harga Jelang Hari Besar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *