KHABAR, PALANGKA RAYA – Pemerintah Kota Palangka Raya menyiapkan konsep baru untuk Palangka Raya Fair 2026 dengan mengubah wajah kegiatan tahunan tersebut dari yang selama ini identik sebagai pasar malam menjadi ruang kolaborasi ekonomi kreatif yang melibatkan pelaku usaha, industri kopi, komunitas seni, hingga investor.
Perubahan konsep tersebut menjadi salah satu agenda yang dibahas dalam silaturahmi Pemerintah Kota Palangka Raya bersama insan pers di Sejiwo Coffee Club.
Kegiatan itu dihadiri Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin, Ketua DPRD Kota Palangka Raya Subandi, Sekda Palangka Raya Arbert Tombak, sejumlah kepala perangkat daerah, komunitas, dan perwakilan media.
Palangka Raya Fair dijadwalkan berlangsung pada 17 hingga 21 Juli mendatang sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Kota Palangka Raya.
Usung Konsep Coffee Week
Panitia menjelaskan bahwa penyelenggaraan tahun ini akan mengusung konsep Coffee Week yang menempatkan industri kopi sebagai salah satu daya tarik utama kegiatan.
Berbagai merek kopi lokal dari Palangka Raya maupun Kalimantan Tengah akan dilibatkan dalam kegiatan tersebut.
“Palangka Fair nanti akan menampilkan banyak sekali brand-brand kopi lokal dari Kalimantan Tengah dan Palangka Raya,” disampaikan dalam forum tersebut.
Konsep tersebut diharapkan dapat memperluas promosi produk kopi lokal sekaligus memperkenalkan potensi usaha daerah kepada masyarakat dan pelaku bisnis.
Dibagi Menjadi Empat Zona Kreatif
Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, peserta yang terlibat akan melalui proses kurasi sebelum mengikuti kegiatan.
Panitia juga akan membagi area pameran ke dalam beberapa zona sesuai bidang usaha dan kreativitas.
Zona yang disiapkan meliputi:
- Zona kopi
- Zona kriya
- Zona seni rupa
- Zona fashion dan musik
Pembagian zona tersebut dilakukan untuk menciptakan pengalaman yang lebih terarah bagi pengunjung sekaligus memberikan ruang promosi yang lebih optimal bagi pelaku usaha.
Buka Peluang Investasi dan Kemitraan
Selain menjadi ajang hiburan masyarakat, Palangka Raya Fair juga diarahkan sebagai ruang pertemuan antara pelaku usaha dengan calon investor.
Panitia menyebut seluruh ekosistem industri makanan dan minuman akan dilibatkan dalam kegiatan tersebut.
“Nanti akan membuka peluang investasi untuk setiap usaha. Akan mengundang distributor bahan baku, distributor mesin-mesin FnB, sehingga seluruh ekosistem F&B akan terlibat,” ungkap salah satu narasumber dalam diskusi.
Melalui konsep tersebut, pelaku UMKM berkesempatan bertemu dengan distributor, investor, hingga calon mitra bisnis dalam satu lokasi.
Panitia menilai peluang pengembangan usaha baru, kerja sama bisnis, hingga model waralaba dapat tumbuh dari pertemuan berbagai pelaku industri tersebut.
Media Soroti Kesiapan Lokasi
Di tengah antusiasme terhadap konsep baru yang diusung, sejumlah masukan juga disampaikan oleh insan pers.
Perdi dari Maharatinews menyoroti kondisi lahan di kawasan penyelenggaraan Palangka Raya Fair yang selama ini kerap becek saat digunakan untuk kegiatan besar.
Menurutnya, kondisi tersebut berpotensi memengaruhi kenyamanan masyarakat yang datang berkunjung.
Ia juga menilai kesiapan sarana dan prasarana menjadi faktor penting dalam mendukung kesuksesan acara.
Wali Kota Minta Masukan untuk Pembangunan Kota
Menanggapi berbagai masukan yang disampaikan media, Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin menegaskan pemerintah daerah terbuka terhadap masukan dan saran dari masyarakat.
Ia menyebut pembangunan Kota Palangka Raya merupakan proses berkelanjutan yang membutuhkan dukungan dan masukan dari berbagai pihak.
“Banyak sekali harapan saya untuk banyak masukan dan saran untuk pembangunan Kota Palangka Raya menuju yang lebih baik dan terus berproses selama lima tahun ke depan,” ujarnya.
Melalui konsep yang lebih modern dan terintegrasi, Pemerintah Kota Palangka Raya berharap Palangka Raya Fair tidak hanya menjadi agenda hiburan tahunan, tetapi juga berkembang sebagai etalase ekonomi kreatif daerah yang mampu memperkenalkan produk lokal kepada pasar yang lebih luas sekaligus menarik minat investor untuk berinvestasi di Kota Cantik. (sav)






