KHABAR, PALANGKA RAYA – Dekan Fakultas Hukum Universitas Palangka Raya (UPR), Dr. Thea Farina, menawarkan arah baru pembangunan kampus melalui tujuh misi strategis bertajuk BAHALAP dalam pemaparan visi dan misi Pemilihan Rektor UPR, Kamis (18/6/2026).
Melalui gagasan tersebut, Dr. Thea menegaskan bahwa keberhasilan perguruan tinggi tidak lagi cukup diukur dari capaian administratif, peringkat, maupun akreditasi semata.
Menurutnya, universitas harus mampu menghadirkan dampak nyata bagi sivitas akademika, masyarakat Kalimantan Tengah, hingga memberikan kontribusi bagi pembangunan nasional.
“Kehadiran universitas harus memberikan manfaat nyata bagi sivitas akademika, masyarakat Kalimantan Tenga, hingga level nasional,” ungkapnya.
Fokus pada Pendidikan, Riset, dan Kemandirian Institusi
Untuk mewujudkan tujuan tersebut, Dr. Thea memperkenalkan tujuh misi strategis yang diberi nama BAHALAP.
Program itu mencakup pengembangan pendidikan yang inovatif dan adaptif terhadap perubahan zaman.
Selain itu, terdapat penguatan riset berbasis kearifan lokal yang diharapkan mampu menjawab kebutuhan daerah sekaligus memperkaya khazanah ilmu pengetahuan.
Misi tersebut juga menekankan pentingnya tata kelola universitas yang berkelanjutan serta penguatan inovasi untuk mendorong kemandirian institusi.
Langkah itu dinilai penting agar UPR mampu menghadapi berbagai tantangan yang terus berkembang di era modern.
Kepemimpinan Inklusif Berbasis Kebersamaan
Dalam pemaparannya, Dr. Thea turut membagikan latar belakang perjalanan hidup yang membentuk cara pandangnya dalam memimpin.
“Saya perempuan Dayak yang terlahir dengan keterbatasan fisik yang istimewa, serta tumbuh di Kalimantan Tengah. Percaya bahwa setiap pemimpin dibentuk oleh perjalanan hidupnya. Keberagaman bukan penghalang. Perbedaan bukan kelemahan. Kekuatan lahir dari kebersamaan,” ungkapnya dengan penuh keyakinan.
Ia menilai keberhasilan sebuah institusi tidak dapat dicapai hanya melalui kebijakan yang bersifat satu arah dari pimpinan.
Menurutnya, kemajuan universitas memerlukan keterlibatan seluruh elemen kampus melalui kolaborasi dan rasa saling percaya.
“Keberhasilan tidak pernah lahir dari kerja satu orang. Keberhasilan lahir dari kolaborasi, dari kepercayaan, dan dari kesediaan untuk tumbuh bersama,” tambahnya.
Usung Empat Pilar Transformasi THEA BISA
Untuk menjawab kebutuhan masa depan, Dr. Thea mengusung visi menjadikan UPR sebagai perguruan tinggi yang unggul, inklusif, kolaboratif, dan berdampak.
Visi tersebut berlandaskan pada penguatan kearifan lokal, pengembangan sains, serta pemanfaatan teknologi.
Sebagai fondasi pelaksanaannya, ia menghadirkan empat pilar transformasi yang dirangkum dalam konsep THEA BISA.
Dr. Thea kembali menekankan bahwa ukuran keberhasilan perguruan tinggi harus lebih luas dibandingkan indikator administratif semata.
“Keberhasilan universitas tidak hanya diukur dengan peringkat dan akreditasi, tetapi juga dari sejauh mana kehadiran universitas memberikan manfaat nyata bagi sivitas akademika, masyarakat Kalimantan Tengah, dan bagi Indonesia,” jabarnya. (Okto1985)






