Inflasi Kalteng 2,46 Persen, Ada Satu Komoditas yang Jadi Perhatian!

KHABAR, Palangka Raya – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah bersama Kementerian Dalam Negeri secara virtual dari Ruang Rapat Bajakah, Lantai II Kantor Gubernur Kalteng, Rabu (13/03/2024), dengan inflasi Kalteng pada Februari 2024 tercatat 2,46 persen dan masuk dalam 10 provinsi dengan inflasi terendah secara tahunan.

Rakor tersebut dipimpin Inspektur Jenderal Kemendagri Tomsi Tohir yang mewakili Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dan diikuti Staf Ahli Gubernur Kalteng Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Yuas Elko bersama unsur Forkopimda, kepala perangkat daerah, serta instansi vertikal di lingkungan Pemprov Kalteng.

Tomsi meminta seluruh pemangku kepentingan memperkuat upaya pengendalian harga dan distribusi bahan pokok, terutama karena rapat tersebut menjadi rakor pertama pada bulan Ramadhan.

Inflasi Kalteng 2,46 Persen

Dalam pemaparannya, Tomsi menyampaikan inflasi tertinggi secara tahunan pada Februari 2024 tercatat di Papua Selatan sebesar 4,61 persen, disusul Gorontalo 3,73 persen dan Papua Tengah 3,72 persen.

Sementara itu, Kalteng mencatat inflasi 2,46 persen dan berada di antara provinsi dengan tingkat inflasi terendah, bersama Sumatera Utara 2,50 persen, Kalimantan Utara 2,33 persen, Aceh 2,33 persen, Kalimantan Selatan 2,27 persen, Sulawesi Barat 2,22 persen, DKI Jakarta 2,12 persen, Papua 2,02 persen, Bangka Belitung 1,86 persen, dan Papua Barat Daya 1,81 persen.

“Selain daripada sepuluh tertinggi ini juga masih banyak provinsi/ kabupaten/ kota yang di atas rata-rata nasional. Kami berharap bisa menjadi perhatian semua pihak”, tutur Tomsi Tohir.

Beras Jadi Penyumbang Inflasi Terbesar

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik Pudji Ismartini menyampaikan kelompok makanan, minuman, dan tembakau mengalami inflasi sebesar 1,00 persen pada Februari 2024 dan memberikan andil inflasi sebesar 0,29 persen.

Komoditas yang paling dominan memberikan andil inflasi dalam kelompok tersebut meliputi:

  • Beras
  • Cabai merah
  • Telur ayam ras
  • Daging ayam ras
  • Minyak goreng

Sementara itu, bawang merah, tomat, dan cabai rawit menjadi beberapa komoditas yang memberikan andil deflasi.

Pudji menyampaikan beras menjadi komoditas dengan andil inflasi terbesar, baik secara bulanan maupun tahunan.

Ia juga meminta perkembangan harga pangan bergejolak, khususnya cabai merah, cabai rawit, telur ayam ras, dan daging ayam ras, terus dipantau karena masih memiliki potensi mendorong inflasi.

Untuk komoditas beras, kondisi mulai berangsur terkendali seiring masuknya masa panen di sejumlah sentra produksi, sementara jumlah kabupaten dan kota yang mengalami kenaikan harga beras pada pekan pertama Maret mulai berkurang.

Pemprov Kalteng Siapkan Pasar Murah

Usai mengikuti rakor, Yuas Elko mengatakan perkembangan inflasi di Kalteng masih dalam kategori aman dan menempatkan daerah tersebut dalam 10 provinsi dengan inflasi terendah.

“Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah akan terus menggelar pasar murah/ pasar penyeimbang untuk mengendalikan inflasi. Pemerintah provinsi juga akan menindaklanjuti arahan dari Kemendagri dengan menggencarkan menanam tanaman hortikultura”, tutur Yuas.

Pemprov Kalteng juga memastikan ketersediaan bahan pokok menjelang Hari Besar Keagamaan di wilayah Kalteng dalam kondisi aman.

Selain diikuti jajaran pemerintah daerah, rakor tersebut turut dihadiri secara virtual sejumlah pejabat dari Kementerian Perdagangan, Badan Pangan Nasional, Kantor Staf Presiden, Perum BULOG, Kementerian Pertanian, Kejaksaan Agung, Polri, TNI, serta gubernur, bupati, dan wali kota se-Indonesia.

(mmc)

Bukan Akreditasi, Ini Ukuran Baru Kesuksesan UPR Menurut Dr. Thea

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *