KHABAR, Palangka Raya – Darliansjah menekankan kepada para wisudawan bahwa kelulusan harus dimaknai sebagai titik awal untuk berjuang di tengah persaingan global yang semakin ketat, bukan sekadar seremoni akademik.
Ia mengingatkan bahwa dunia nyata menuntut kesiapan mental, keberanian, dan kerja keras dari setiap lulusan.
“Wisuda ini bukanlah akhir. Jangan terlena, harus siap menghadapi dunia nyata dengan persaingan yang keras. Namun, jangan takut, harus berani. Tidak ada yang tidak mungkin asal kita mau berusaha, berikhtiar, dan berdoa,” ujar Darliansjah.
Dorongan Manfaatkan Potensi Daerah
Darliansjah juga menyoroti besarnya potensi sumber daya alam di Kalimantan Tengah yang harus dimanfaatkan oleh generasi muda.
Ia menegaskan bahwa para lulusan tidak boleh hanya menjadi penonton di daerah sendiri.
“Anak-anakku wisudawan harus sadar bahwa sumber daya alam Kalteng luar biasa. Jangan sampai hanya menjadi penonton, tetapi harus menjadi tuan rumah di tanah sendiri,” tegasnya.
Tantangan Global dan Respons Pemerintah
Dalam kesempatan tersebut, ia mengingatkan pentingnya kesiapan menghadapi perkembangan globalisasi dan digitalisasi yang semakin cepat.
“Perkembangan zaman begitu cepat dan persaingan makin ketat. Untuk itu, kalian harus terus belajar, berinovasi, dan beradaptasi, serta peka terhadap isu global,” katanya.
Ia juga mencontohkan situasi geopolitik dunia yang memengaruhi distribusi minyak dan berdampak pada kenaikan harga bahan bakar di berbagai negara.
Terkait hal itu, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah bersama aparat keamanan telah mengambil langkah pengawasan.
“Kami telah membentuk tim khusus untuk mengawasi dan menindak tegas pihak-pihak yang menimbun BBM,” ungkapnya.
Selain itu, pemerintah daerah menjalankan sejumlah langkah untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan, antara lain:
- Melakukan inspeksi mendadak ke pasar
- Menggelar gerakan pangan murah
- Menyalurkan bantuan melalui Kartu Huma Betang Sejahtera
Antisipasi Karhutla dan Komitmen Pendidikan
Menghadapi potensi kemarau panjang akibat fenomena El Nino, pemerintah daerah telah menetapkan langkah antisipasi.
“Kemarau tahun ini diprediksi lebih kering dan panjang. Kami telah menggelar apel kesiapsiagaan serta menetapkan status siaga darurat karhutla. Kita semua harus meningkatkan kewaspadaan,” tegasnya.
Di sisi lain, Darliansjah menegaskan bahwa sektor pendidikan tetap menjadi prioritas utama pembangunan daerah.
“Tegak lurus Asta Cita Bapak Presiden, sektor pendidikan menjadi prioritas saya selaku Gubernur, sebagai pilar utama pembangunan untuk mewujudkan Kalimantan Tengah yang berkah, maju, dan bermartabat menuju Indonesia Emas,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa kualitas sumber daya manusia menjadi penentu utama kemajuan daerah.
“Maju mundurnya daerah atau negara sangat tergantung dari kualitas SDM-nya. Untuk itu, meski ada efisiensi, hal tersebut tidak melunturkan komitmen kami untuk terus mendukung peningkatan mutu pendidikan di Kalteng, termasuk di UIN Palangka Raya,” pungkasnya.
Acara wisuda ini turut dihadiri oleh unsur Forkopimda, pimpinan perguruan tinggi, tokoh masyarakat, serta orang tua dan keluarga wisudawan yang memenuhi Aula UIN Palangka Raya. (mmc)







