KHABAR, Palangka Raya – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah resmi menutup Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS Gelombang IV Golongan II dan III Tahun 2026 yang diikuti 280 peserta, Kamis (30/4/2026), di Aula BPSDM Provinsi Kalimantan Tengah.
Kegiatan ini ditutup oleh Asisten Administrasi Umum Setda Provinsi Kalimantan Tengah, Sunarti, yang mewakili Gubernur Kalimantan Tengah.
Penutupan ini menjadi penanda berakhirnya rangkaian pelatihan yang berlangsung sejak 13 Februari hingga 30 April 2026 di Kampus BPSDM Provinsi Kalimantan Tengah.
Latsar Bukan Sekadar Formalitas
Dalam sambutannya, Sunarti menegaskan bahwa Latsar CPNS bukan hanya sekadar kewajiban administratif bagi calon ASN.
“Saudara-saudara tidak sedang dilatih menjadi pegawai biasa. Saudara sedang ditempa untuk menjadi pelayan publik yang profesional, berintegritas, dan mampu menghadapi kompleksitas birokrasi,” tuturnya.
Ia menyebut, tantangan birokrasi saat ini menuntut aparatur yang mampu beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan.
Sunarti juga menyoroti bahwa pemerintah tengah memasuki era transformasi besar dalam tata kelola pemerintahan.
Dorongan Transformasi dan Digitalisasi
Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus mendorong peningkatan kualitas layanan publik melalui berbagai langkah strategis.
Langkah tersebut meliputi:
- Digitalisasi pelayanan publik
- Penguatan tata kelola pemerintahan yang akuntabel
- Percepatan pembangunan berbasis kebutuhan masyarakat
Sunarti berharap para lulusan Latsar mampu membawa semangat perubahan di instansi masing-masing.
“Keberhasilan Latsar bukan diukur dari kelulusan semata, tetapi dari perubahan kinerja setelah kembali ke instansi. Jadilah ASN yang berani berpikir, bertindak, dan bertanggung jawab,” tegasnya.
280 Peserta Lulus Seluruhnya
Kepala BPSDM Provinsi Kalimantan Tengah, Nunu Andriani, menyampaikan bahwa Latsar Gelombang IV ini terdiri dari Golongan II Angkatan 5 serta Golongan III Angkatan 18 hingga 23.
Ia menjelaskan bahwa seluruh peserta telah mengikuti proses evaluasi secara menyeluruh.
Evaluasi tersebut mencakup:
- Aspek akademik
- Rancangan dan pelaksanaan aktualisasi
- Sikap dan perilaku
- Penguatan kompetensi teknis
“Pelatihan dilaksanakan mulai 13 Februari hingga 30 April 2026 di Kampus BPSDM Provinsi Kalimantan Tengah, dengan jumlah peserta sebanyak 280 orang,” jelasnya.
Berdasarkan hasil evaluasi, seluruh peserta dinyatakan lulus.
Harapan Jadi ASN Berkualitas
Nunu Andriani mengapresiasi dedikasi seluruh peserta selama mengikuti pelatihan.
Ia juga mengingatkan pentingnya peningkatan kompetensi secara berkelanjutan bagi ASN.
Para lulusan diharapkan mampu berkontribusi dalam meningkatkan daya saing daerah.
Kegiatan penutupan ini turut dihadiri perwakilan pemerintah daerah, kepala BKPSDM kabupaten terkait, para widyaiswara, serta seluruh peserta Latsar. (mmc)







